Fenomena Banjir di Jagakarsa
Banjir
adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air berlebihan merendam daratan.
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia,
terutama Jakarta. Terjadinya banjir disebabkan oleh beberapa faktor, baik
faktor alam maupun faktor manusia. Salah satu faktor alam yang menyebabkan
banjir adalah curah hujan yang tinggi, sedangkan faktor manusia yang paling
berpengaruh atas terjadinya banjir di Jakarta adalah sampah yang dibuang ke
sungai.
Salah satu wilayah di Jakarta yang pernah terkena banjir
adalah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pada tanggal 5 Februari 2018 banjir pernah
terjadi di daerah ini, dengan ketinggian hampir 3 meter. Banjir tersebut
mengakibatkan sebanyak 230 warga terpaksa mengungsi. Berdasarkan keterangan
sekretaris camat Jagakarsa, Mundari menjelaskan sebanyak 45 warga di Jl. H.
Shibi, Srengseng sawah diungsikan. Sementara, terdapat 185 warga di wilayah
Tanjung Barat yang rumahnya tergenang dengan ketinggian air
100-150 cm diungsikan ke Jl. Lebak dan Jl.
Muara dalam. Mundari juga menyebut, di wilayah Lenteng Agung pinggiran sungai,
air tergenang setinggi
25-50 cm warga yang tinggal di sekitar daerah
tersebut pun tidak mau diungsikan.
\ Banjir yang ada di Jagakarsa tidak
terjadi begitu saja, melainkan disebabkan oleh banyak faktor-faktor. Seperti
yang dijelaskan sebelumnya, banjir dapat disebabkan oleh faktor alam dan faktor
manusia. Salah satu faktor alam yang menyebabkan banjir adalah meluapnya air
sungai. Sungai ciliwung yang mengalir di Jagakarsa menimbun banyak sampah yang
membuat sungai akan meluap jika curah hujan yang tinggi mengguyur Jagakarsa.
Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat menjadi kawasan
serapan air saat ini mulai sulit ditemui. Laman resmi Pemprov DKI Jakarta
menyebut, hanya ada 11% wilayah yang masih memiliki RTH. Faktanya, sebagian
besar lahan di DKI Jakarta dipakai untuk pembangunan kawasan pemukiman warga
dan beragam infrastruktur. Banjir tahunan puntidak dapat terelakkan.
Faktor lain yang dapat menyebabkan banjir di Jakarta
adalah penurunan permukaan tanah. Banyaknya gedung perkantoran di Ibu Kota
menjadi beban lingkungan. Salah satunya, karena penggunaan air tanah secara
berlebihan, Jakarta mengalami penurunan muka tanah sebanyak 5-12 cm per tahun.
Kondisi ini membuat potensi banjir semakin besar.
Banjir yang terjadi di Jagakarssa disebabkan oleh dua
faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Dari kedua faktor tersebut,
manusia lah yang menjadi penyebab banjir utama. Sampah, ketersediaan RTH, dan
penurunan permukaan tanah adalah beberapa faktor yang menyebabkan banjir bukan
hanya di Jagakarsa melainkan seluruh Jakarta.
Sumber :
Komentar
Posting Komentar